Kepribadian Lima Besar – Inventaris Lima Faktor NEO – Norma Terbaru (NEO-PI-R) (241 item daring)
Di atas adalah contoh versi laporan lengkap.
Informasi pembelian:
1. Penilaian ini dilakukan sepenuhnya secara online.
2. Pesanan Anda akan dikonfirmasi secara otomatis setelah pembayaran, dan Anda akan segera menerima email berisi tautan ke penilaian online.
3. Setelah mengakses tautan dan menjawab semua pertanyaan, masuk kembali untuk melihat laporan lengkap.
4. Untuk pengguna yang sudah login: Rincian pesanan Anda akan mencakup tautan penilaian online. Anda juga akan menerima email konfirmasi pesanan yang berisi tautan penilaian ke alamat email terdaftar yang Anda berikan.
5. Untuk pengguna yang tidak login: Pastikan Anda mencatat tautan penilaian online yang disediakan dalam detail pesanan.
The Big Five personality traits adalah taksonomi yang diusulkan, atau pengelompokan, untuk ciri-ciri kepribadian, yang dikembangkan sejak tahun 1980-an dalam teori ciri-ciri kepribadian psikologis. Ketika analisis faktor (teknik statistik) diterapkan pada data survei kepribadian, hal ini mengungkapkan asosiasi semantik: beberapa kata yang digunakan untuk menggambarkan aspek kepribadian sering diterapkan pada orang yang sama. Misalnya, seseorang yang digambarkan sebagai teliti lebih mungkin digambarkan sebagai “selalu siap” daripada “berantakan”. Asosiasi ini menyarankan lima dimensi luas yang digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan kepribadian, temperamen, dan psikis manusia. Teori ini mengidentifikasi lima faktor:
ekstroversi (ramah/energik vs. penyendiri/pendiam)
keramahan (ramah/penuh kasih sayang vs. kritis/rasional)
keterbukaan terhadap pengalaman (kreatif/penasaran vs. konsisten/hati-hati)
kewaspadaan (efisien/terorganisir vs. boros/ceroboh)
neurotisisme (sensitif/nervous vs. tangguh/percaya diri)
Lima faktor ini dapat diingat menggunakan akronim “OCEAN” atau “CANOE”. Di bawah setiap faktor global yang diusulkan, terdapat sejumlah faktor primer yang terkait dan lebih spesifik. Misalnya, ekstroversi biasanya dikaitkan dengan kualitas seperti keramahan, ketegasan, pencarian kegembiraan, kehangatan, aktivitas, dan emosi positif. Sifat-sifat ini tidak bersifat hitam putih, melainkan berada pada kontinuum.
Kehidupan keluarga dan pengasuhan memengaruhi sifat-sifat ini. Studi kembar dan penelitian lain menunjukkan bahwa sekitar setengah variasi antara individu berasal dari warisan genetik mereka dan setengah dari lingkungan mereka. Para peneliti menemukan bahwa kesadaran, ekstroversi, keterbukaan terhadap pengalaman, dan neurotisisme relatif stabil dari usia pertengahan hingga usia tua.

